Select Menu

NASIONAL & INTERNASIONAL

Diberdayakan oleh Blogger.

NASIONAL & INTERNASIONAL

TANAH PAPUA

PUISI

AKTIVIS

MILITERISME

SUARA MAHASISWA

VIDEO & FOTO

Pemandangan daerah Deiyai dari udara. Foto: Ist.
Awal Januari 2014 di Ukaago Kagouda. Malam itu, walau harus menahan dingin, saya dan beberapa orang berkesempatan menikmati indahnya daerah Deiyai di malam hari. Memandang sekeliling Tigi Peku (Danau Tigi), dari Tanjung Ukaago, temaram cahaya lampu tampak di sebagian kampung sekitar pinggir danau ini.

Angin malam berhembus lebih kencang.

Di depan kami, di pinggir danau, terdengar bunyi ombak.

Beda dengan Jayapura di waktu malam, dari Argapura kita bisa melihat terang benderangnya kawasan pantai Dok 2. Di Deiyai, pada malam hari, sebagian rumah masyarakat diterangi cahaya lampu bersumber dari tenaga surya. Panel soralcell yang dibagikan pemerintah daerah kepada masyarakat sejak dua tahun lalu, membuat Deiyai berubah bak kota besar.

"Wah, Deiyai terang sekali," pikirku.

Pemandangan malam di daerah ini memang sudah tak seperti dulu. Bila ada pasokan listrik milik PLN, mungkin nanti tampak seperti kota metropolitan? Kota industri? Kota wisata? Entahlah! Untuk sementara, sepertinya belum jelas. Dalam master plan Kabupaten Deiyai, ada?

Ketika kami berdiri di puncak Ukagouda bersama saudara-saudara, memandang ke Tigi bagian utara (Gakokebo) sampai Okomokebo, rumah-rumah warga dihiasi lampu soralcell. Pun, di Tigi Barat. Mulai dari Dedoutei sampai Ataidimi, perbatasan Kabupaten Dogiyai, sepintas tampak indah.

Di arah Timur, pemandangan di malam itu tak kalah dari dari kampung lain di Deiyai.

Wilayah yang benar-benar seperti dari Argapura memandang Dok 2 pada malam hari yaitu Tigi Selatan. Di sana, ada kampung Diyai, Bomou sampai Wakeitei, ibu kota Kabupaten Deiyai.

Pada siang hari, di tengah danau Tigi tampak jelas pulau Duwamo. Indah panoramanya. Kesan itu akan didapat jika sedang melewati Kibitamo ataupun dari Bomou dan Meiyepa.

Posisi pulau Duwamo di tengah danau memberi gambaran strategis Deiyai kelak dibuat jadi kota wisata. Di pulau ini tumbuh pohon Wagadei. Ada batu-batu indah. Airnya jernih. Bisa mancing ikan, menangkap udang.

Pulau ini punya sejarah. Sejarahnya, konon menurut cerita leluhur, penuh misteri. Beberapa orang yang sempat ke pulau itu, mengaku pernah melihat sejumlah barang sakral. Bahkan, kabarnya, di Kogebiyo, terdapat patung Santa Maria dan Santo Yosep. Kogebiyo tak jauh dari kampung  Kigimei.

Pemandangan pada malam hari, sekitar Danau Tigi yang tampak gelap dibuat terang dengan cahaya lampu di pemukiman warga. Tigiebobe (sekeliling Tigi) kini berubah. Belum lagi saat bulan terang, danau ini tampak indah dipandang. Di sana kelihatan masyarakat sedang mencari ikan, udang, dll dengan cara mancing, pakai jaring atau pukat .

Danau Tigi bagi masyarakat di sekitarnya, tempat mencari nafkah. Sayangnya, akhir-akhir ini danau mulai diselimuti tumbuhan lumut dan sejenisnya. Itu menyempitkan luasan danau.

Tentu perlu upaya pemerintah mengatasinya. Kasihan jika dibiarkan, sudah pasti tempat pencarian nafkah akan terancam.

***

Tigi sebelumnya sebuah Kecamatan (Distrik) dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Paniai. Ibukotanya di Waghete (baca: Wakeitei). Tahun 2008, Tigi dimekarkan jadi satu daerah otonom baru (DOB) bersamaan Kabupaten Intan Jaya.

Diresmikan Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto pada 29 Oktober 2008 dengan dasar hukum pembentukan kabupaten ini adalah UU Nomor 55.

Daerah ini sejak lama bersentuhan dengan dunia luar. Pater Tillemans MSC pertama kali membawa Injil ke Tigi. Beberapa Pos Pewartaan dibuka di daerah ini.

Luas Kabupaten Deiyai adalah 537,39 Km2. Terdapat 5 distrik, dengan 31 kampung.

Tigi, sebutan umum untuk daerah-daerah yang kini ada dalam Kabupaten Deiyai. Nama itu dikenal sejak dahulu.

Tigi punya cerita rakyat: "Tigi make tigiatitai". Artinya, dari Tigi akan dikumpulkan.

Kalimat itu sudah diwariskan leluhur orang di Deiyai. Pada masa sekarang sering dibicarakan oleh kalangan masyarakat, misalnya jika Tigi atau Deiyai dibangun jadi kota besar, maka akan genapi cerita tadi. Mungkin karena itu, proses pembangunan infrastruktur (jalan, jembatan dan perkantoran) di kabupaten Deiyai dibangun dalam sekejab.

Proses pembangunan setelah kabupaten Deiyai dimekarkan, yang tampak jelas adalah pembangunan fisik: jalan dan jembatan. Sampai sekarang sedang dikerjakan.

Di wilayah Tigi Barat, tinggal berapa meter jalan tembus ke Ataidimi. Di bagian Selatan, jalan raya dari kampung Tenedagi sampai Oneibo, tinggal pengaspalan. Terus, beberapa kilo meter lagi dari Oneibo ke Kogemani, jalan keliling Danau Tigi tuntas.

Cerita berkembang di masyarakat melihat lajunya pembangunan infrastruktur di kabupaten Deiyai. Utamanya perkantoran di Tigido.

Menurut para tetuah, itu penggenapan cerita nubuat dari pendaluhu orang Deiyai. Jadi, cerita "Tigi make tigiatitai" itu punya makna, tetapi sulit diprediksi. Apakah yang dimaksudkan dari Tigi akan dikumpulkan, wujud-nyatakan cerita dalam Alkitab atau aspek pembangunan Deiyai kedepan yang dinubuatkan oleh para pendahulu orang Deiyai?

***

Lima tahun berlalu, sosok pemimpin sudah hadir di tengah masyarakat Tigi. Sejak 20 Agustus 2013, Dance Takimai dan Agustinus Pigome, Bupati dan Wakil Bupati periode 2013-2018 hasil pesta demokrasi perdana, sedang memimpin kabupaten ini. Mereka menjabatnya pasca dilantik Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe.

Tak sedikit harapan masyarakat lima distrik digantungkan pada pemimpin daerah yang lahir dari proses pesta demokrasi panjang nan melelahkan.

Di sini saya tak beberkan satu per satu kerinduan itu. Tetapi baik jika kita melihat ke belakang. Refleksikan bagaimana kehidupan masyarakat Tigi sebelum perubahan, pemekaran kabupaten, terjadi.

Sebelum wilayah Tigi dimekarkan, tatanan kehidupan masyarakat begitu sehat. Bugi (kebun), owaa (rumah), piya (kayu), dan uwo (air), tak kekurangan. Semua lengkap.

Sebelum Tigi jadi Deiyai, semua warga punya tanaman di samping rumah. Ada kebun di lahan. Di tempat keramat pun dibuat kebun. Itu dilakukan masyarakat karena sering muncul musim kelaparan.

Setelah pemekaran?

Masyarakat sudah tinggalkan semua kebiasaan. Lupa berkebun. Mungkin lantaran masyarakat mulai dibentuk konsumtif dengan pengadaan beras JPS dan Raskin.

Dulu, setiap keluarga punya rumah adat. Sekarang? Semua bikin rumah modern. Dimana-mana terlihat rumah dengan daun seng. Tak ada rumah adat. Kalaupun ada, rumah adat di beberapa kampung bisa dihitung dengan jari.

Orang sudah tak mau lagi rumah beratap kulit kayu, alang-alang, atau sejenisnya. Mereka beranggapan, itu kuno. Beli paku untuk mengganti rotan, tehel diangkut ke kampung buat lantai rumah. Rumah adat hampir tak ada. Tradisi itu hilang, malah. Kebiasaan leluhur mulai ditelan jaman.

Kebanyakan lebih suka bangun rumah dengan gaya modern. Itu memang kemauan individu. Masyarakat secara perlahan mulai menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Hanya, tak disadari bahwa rumah adat yang sudah lama ada itu kini sudah tak terlihat lagi di atas bumi Deiyai.

Lantas, dalam kondisi demikian, masihkah tetap mempertahankan nilai-nilai adat, tradisi, termasuk rumah adat? Entahlah! Faktanya, makin bergeser ke suasana baru bersamaan dengan kehadiran kabupaen baru.

***

"Tigiko aniya uwo ko ena" (Di Tigi airku bersih) adalah sebuah slogan yang dipakai bule (orang barat) pada saat pasang pipa air bersih keliling Tigi. Proyek ini dengan sumber air Diyaimoma di Tigi Barat.

Waktu itu, proyek air bersih berjalan baik. Tetapi tak bertahan lama. Masyarakat saat itu belum sambut baik kehadiran proyek air bersih. Karena tanpa ada proyek air bersih, di sana memang sudah ada air bersih dari berbagai sumber mata air dari gunung Deiyai (kali Itoka), kali Okomo, dan kali Aiya.

Pemerintah daerah jika mau membangun air bersih, alangkah baiknya pertimbangkan dulu: apakah layak atau tidak? Jangan sampai di kemudian hari air malah terkontaminasi zat kimia, misalnya.

***

Dalam kehidupan masyarakat Mee di daerah Tigi, Kabupaten Deiyai, piya (kayu) sangat penting. Pohon di hutan biasa ditebang, untuk aneka kebutuhan. Dibelah dan dijadikan papan untuk bikin rumah. Ada pohon tertentu dipilih kemudian dibuat jadi perahu, dayung. Juga pagar, kayu bakar, dan lain-lain.

Kayu bagi orang Mee, sejak dahulu kala, memang amat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tak cuma sebagai kayu api untuk masak makanan, menghangatkan badan. Kayu juga bisa dibuat sebagai papan dan tiang rumah.

Pohon yang lazim ditanam yaitu cemara. Ada di seantero Deiyai. Sekarang pohon tersebut mulai habis. Di kampung Bomou, Diyai, Ayatei, misalnya, dulu cemara banyak ditanam masyarakat setempat. Kini, mulai hampir tiada.

Kayu di hutan wilayah Debey, Tigi Barat, biasa dimanfaatkan bikin perahu. Sebelumnya masyarakat ramai buat perahu, kemudian perahu itu dijual. Biasanya dibeli oleh masyarakat yang berdomisili di keliling danau Tigi. Uang hasil perahu digunakan untuk kebutuhan keluarga, biaya pendidikan anak, juga dipakai saat pesta Natalan ataupun pesta adat (yuwo), dll.

Belakangan pohon khusus untuk dibuat perahu sudah habis. Bibitnya tak ada untuk ditanam lagi.

Banyak perubahan sudah dan sedang terjadi. Tak sadar, kehidupan masyarakat Deiyai kian digilas arus modern. Satu bukti, sifat ketergantungan kepada pemerintah sudah membudaya. Tunggu uang Bandes, uang Turdes, uang Turkam. Tunggu beras JPS, tunggu beras Raskin. Ah, kalo begini, salah siapa?

Lepas dari itu, dulu masyarakat mengenal daerah ini Tigi, kini Deiyai, lantas ke depan apa?

Mateus Badii adalah Mahasiswa Papua, Wartawan majalahselangkah.com

Sumber : http://majalahselangkah.com/content/dari-tanjung-ukago-melihat-deiyai-dengan-segala-perubahan
-

 SEJARAH PAPUA BARAT SEJARAH KEMERDEKAAN NYA
 * Pra sejarah * Sejarah * Orang papua dan orang luar papua * Hubungan dengan luar * Majapahit * Sriwijaya * Ternate tidore v Hubungan dengan bangsa barat v Penjajahan Permulaaan penjajahan. Dimulai semenjak kedatangan bangsa bangsa barat seperti Portugis, Ingriss dan Belanda.pada tahun tahun 1515. itu untuk Papua. Kemerdekaan RI 1945-Papua masih berjuang selama kurung waktu yang cukup lama, sekitar 1945-1957 indonesia masih terjadi sengketa, perlawanan perlawanan dari pemuda pemuda Indonesia, untuk mengusir penjajahan dari bumi pertiwi, saat saat itu juga Papua masih berjuang sendiri untuk kemerdekaannya sendiri. v Portugis-1915 Isla del Oro=Pulau Emas (Gold Island) Belanda, Ingris, Bagi papua mjd 2 bagian timur yang diduduki oleh Inggris dan bagian barat yang dimili oleh Belanda, Belanda pada 24 Agust 1928 diploklamirkan diteluk periton di Manokwari saat itulah Belanda memulai suatu aktivitas pemerintahan Nueva Guinea’ Saat itu rakyat papua melawan kedatangan bangsa kulit putih di Tanah Papua. Kata sukarno nasib sama? Ini di pertanyakan sebab dalam konteks mana dan atas dasar apa pertanyaan itu muncul? v Sama sama di jajah belanda, itu benar tapi, kita bisa lihat dari lama penjajahan, cara di jajah, system yang di pakai oleh belanda saat di jajah semuanya itu beda. Lama dijajah Indonesia selama 350 tahun dan papua lebih kurang dari 63 tahun. Hubungan penjajahan Indonesia dan hubungan penjajahan Papua barat.hampir tidak pernah baku ketemu, v System beda sebab di Papua lebih pada pemberdayaan warga setempat sementara di Indonesia di canankan nya voc-kerja paksa. v Dua gubernur belanda yang berbeda Gubernur jendral yang meminpin ke dua bangsa ini pun berbeda, untuk gubernur jendral belanda di Indonesia di bawah pengawasan pemerintahan Hindia belanda dan untuk papua dibawah pengawasan pemerintahan pusat kerajaan belanda di belanda.pemerintahan belanda papua waktu itu dinamakan nedeland new guinea Kedudukan kedua gubernur itu pun berbeda untuk hindia belanda berkedudukan di Batavia sedangkan untuk Nederland New Guinea berkedudukan di Hollandia/Port Numbay/ Jayapura papua. Masing masing mempertanggung jawabkan administrasi nya kepada ratu Belanda atas nama masing-masing kekuasaan. Gubernur Hindia Belanda bertanggung jawab atas nama pemerintahan Hindia Belanda dan Gubernur Pemerintahan Nederlands New Guinea bertanggung atas nama Pemerintahan Nederlands New Guinea. dan mereka dua ini tidak punya hubungan apa apa saat itu, Letak dan kedudukan mereka Letak gubernur jendral Hindia Belanda di Batavia di Jawa, sedang gubernur jendral Nederlands New Guinea berkedudukan di Port Numbay/ Hollandia/ Jayapura.Papua. v Perlawanan Indonesia dan Papua Sama-sama berjuang untuk merdeka. Rakyat Papua berjuang untuk Papua merdeka sedangkan rakayat Indonesia berjuang untuk Indonesia merdeka Gerakan etis = 20 mei 1908 Kemerdekaan RI v NKRI- Sabang- Ambonia- 12 Agustus 1945 Hatta di Saipan- Vietnam 1943- 1945 agresi militer belanda kepada Indonesia Tahun tahun ini Papua adakan perlawan agresi untuk merdeka sendiri ? Status Papua v KMB > 1959-Status Dekolonisasi > Senketa > 1 des 1961 Defacto menjadi sah > dejure tidak melanggar hukum Indonesia & Internasional v Umur sejarah bangsa papua baru 19 hari setelah di proklamirkan di manokwari 1961. dan di Alun-alun Uatara di jogja pada Tanggal 14 Desember 1961 bersamaan dengan ditetapkan suatu komando tertinggi(KOTI) Pembebasan Irian Jaya barat, president RI (Sukarno) Berpidato keluarkan Maklumat/ Mendeklarasikan Tiga Komando Rakyat (Trikora) yang berisi . 1.Gagalkan Negara Boneka buatan Belanda 2.Bersiaplah untuk Memobilisasi Umum 3.Kibarkan Bendera Merah Puti di seluruh pelosok Tanah Papua. Padahal disana ditanah papua telah lahir suatu Negara baru,pemerintahan yang baru secara sah, Jadi Saat itu Bangsa Papua Merdeka di Papua dan terjajah di jogja samapai hari ini. v New York Agreement itu lahir dari sengketa blok barat U.S.A + blok timur Sosialis Uni Soviet bertemu melahirkan Anak haram menteri luar negeri E. Bungker dari Amerika Serikat mengeluarkan suatu surat kepada belanda (Ratu Elizabeth) untuk sementara papua diserahkan kepada suatu badan PBB (UNTEA). Dan badan dunia PBB itu ada sekitar 150 orang dibawah pimpinan Bolivian Ortis zant dan Sekretaris Termudah waktu itu ialah kofiannan, ialah staf ahli muda UNTEA Kemudian jumlah mereka di kuranggi sebagian besarnya. Dalam laporang sidang tahunan PBB Bolivian Ortis Zant mengajukan suatu Makalah kepada sidang Umum PBB yang isinya Mayoritas Masyarakat Papua ingin mau merdeka. atau 99% warga pribumi papua ingin bebas. Namun Amerika Serikat dan delegasi dari Indonesia tidak menerima dan tidak merespon apa apa tentang makalah itu. v TUGAS UNTEA -Melatih-Membing- bing- Memberdayakan- Memandu- Mengkaderkan Orang Papua, suatu negra yang baru merdeka dan pemerintahan yang baru terbentuk waktu itu, pasukan PBB yang dikirim kepapua waktu itu tidak banyak dan mereka lebih banyak diam terhadap situasi/ keadaan papua saat itu yang sangat menkhawatirkan itu. Tahun tugas persiapan UNTEA di papua di berikan selama lima tahun, namun waktu itu di persingkat menjadi 5 bulan. MASYARAKAT DAN EKONOMI POLITIK PAPUA Seluruh Pemimpin/Tokoh tokoh Papua waktu itu mereka menemukan ada seratus ribu lebih warga papua yang habis dibangtai oleh TNI/Polri semenjak Papua diberintegrasikan kepada NKRI. Maka mereka waktu itu melihat bahwa kasus HAM paling Terbesar didunia terjadi di tanah papua selama itu. Dan sampai hari ini,Maka itu, Seluruh Komponen Tokoh Papua bersatu dan mengadakan suatu musyawarah menghasilkan dua agenda pokok yaitu: 1.mengampaikan hasil keputusan musawarah kepada Presiden RI B.J.Habibie yang isinya memintah pemerintahan NKRI untuk membuka suatu dialog nasional papua yang di pasilitasi oleh NKRI sendiri.dan 2. merencanakan mengadakan suatu konggres papua II 2000. Sebelum congress 2000 diadakanya suatu dialog (musawara besar bangsa papua) antar pemimpin tokoh tokoh papua dilaksanakan hasil kesepakatan Foreri. TIM SERATUS Tim seratus ini mengampaikan hasil keputusan Foreri kepada President RI B.J.Habibie. dan hasilnya dia katakana Pulang Renungkan di Papua. Setelah renungkan mereka memintah dibukanya suatu dialog nasional bagi papua untuk meluruskan sejarah mereka.yang kemudian menuju pada suatu Referendum bagi mereka. Dan hasilnya nol dan tidak ditanggapi oleh president . akhirnya mereka pulang kepapua untuk mengadakan congress papua II 2000. KONGRES PAPUA 2000 Congress papua II 2000 menghasilkan 1.memintah kepada pemerintahan NKRI, PBB (UNTEA), Amerika Serikat, Belanda untuk bertanggung jawab segala pelanggarang HAM papua. Sebab jumlah korban warga papua yang di laporkan di forum Foreri melebihi 1000 jiwa yang tewas semenjak papua berintegrasi dengan NKRI. 2. memintah membuka dialog nasional dan internasional bagi bangsa papua Hasil congress diumumkan kepada seluruh bangsa papua disampaikan dan disampaikan kepada president RI abdul rahman wahid. 3. Meminta Badan Dunia PBB segerah Meluruskan sejarah mereka (New York Agrement pont 18 seluruh orang dewas papua diharuskan ikut berpartisipati dalam suatu penentuan nasib sendiri.). (REFERENDUM). OTONOMI KHUSUS PAPUA Namun sayangnya secara sepihak tuntutan mereka di jawab dengan Otonomi Khusus papua secara sepihak oleh pemerintahan Jakarta.lewat tekanan pejabat pejabat lokal Maka pada tahun 2001 dihasilkannya suatu undang undang otonomi khusus papua “Undang undang Otsus Papua No. 21 2001.” bagi papua. Katanya sebagai hasil keputusan terakhir bagi status politik papua. MAJELIS RAKYAT PAPUA (MRP) Dan kemudian dibuatnyalah suatu aturan-aturan kontitusi dan undang undang MRP/ serta Undang undang kontitusi Pemekarang Propinsi Papua. Undang undang tentang MRP diatur dalam UU-MRP No 45 Tahun 2004. yang baru di berikan oleh presient SBY sebagi Kado Natal bagi papua. pada tanggal 26 tahun 2004 di Port Numbai, Papua. PEMEKARANG PROPINSI-KABUPATEN Ini banyak mengitakan berbagai pertentangan pertentangan antara para tokoh-tokoh elite politik baik itu elie politik local maupun pusat yang didalamnya bertentangan antara kontitusi dan undang-undang pemerintah maupun otsus dll. MILITER –TNI/POLRI TNI/Polri diPapua mereka merasa tidak dibutuhkan. Khusus untuk bangsa papua selama ini hanya menginingkan danya ketentraman dan kedamaian di negeri mereka sendiri, tanpa TNI/Polri sebagi suatu bangsa yang merdeka, di tempat di mana Tuhan Allah Alam Raya Semesta menempatkannya, untuk tiap tiap suku dan tiap tiap bangsa di dunia dengan pulau pulau dan benua masing masing yang sukar dipisahkan oleh bangsa manapun dan negara manapun, sesuai dengan bahasa, warna kulit, adat istiadat, kebiasaan hidup,dll. Suku bangsa melayu dengan asia tenggara suku bangsa Melanesia dengan bagian barat selatan kepulauan pasifik,termasuk papua barat, dan suku bangsa afrika dengan benuah afrika. Maka selama ini ketidak cocokan antara bangsa Indonesia ras melayu dengan bangsa papua ras Melanesia di tanah papua itupun semakin menjadi jadi.tak ada titik hentinya, apalagi dengan kehadiran TNI/Polri sebagai musuh utama mereka semenjak NKRI atas dukungan Amerika Serikat mengambil alih segala kekuasaannya dipapua.sampai hari ini tak ada rasa persaudaraan disana. TANAH ZONA DAMAI Mengapa bangsa papua mengiginkan adanya tanah papua sebagai Tanah Zona Damai ? Karena bangsa papua tahu dan sadar bahwa didalam sejarah mereka danya kebenarang yang di mainkan oleh pihak pihak tertentu tanpa melibatkan secara langsung orang orang papua itu sendiri. Ajakan dan Kritikan Bagi seluruh organisasi kiri di seluruh Indonesia. Soal masalah diss integrasi bangsa KK AMP Yogyakarta tidak mempunyai alasan banyak tentang hal ini, soal diss integrasi bangsa papua itu sendiri ada dalam kebenarang sejarah bangsa papua itu sendiri. Selama ini bangsa papua tetap dan bersih keras menuntut pelurusan sejarah papua yang pernah di benkokkan karena atas dukungan Amerika Serikat kepada pemerintahan Indonesia atas suatu kepentingan (PT.Freeport Indonesia). Maka itu, bila ada Organisasi Gerakan Kiri yang lain masih mendukung keutuhan wilayah NKRI terhadap papua berarti, KK AMP Yogyakarta membenarkan masih adanya dukungan dari organisasi tersebut kepada kapitalisme, dan neokoloniasme Amerika Serikat itu sendiri dan dunia barat. sebab masalah dissintegrasi bangsa papua itu sendiri adalah soal sejarah bangsa papua itu sendiri. Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua Yogyakarta membenarkan dukungan kawan-kawan organisai prodemokrasi yang lain yang selama ini dengan tekung dan tegas mendukung pelurusan sejarah secara demokrasi dan bermartabat yang pada akhirnya akan membawa suatu kesepakatan secara damai, jujur, dan adil. melalui suatu mekanisme praktek nasional maupun praktek internasional yaitu melalui suatu dialog nasional maupun internasional serta melalui suatu mekanisme ”Referendum” KK AMPYogyakarta masih membenarkan bahwa seluruh organisasi yang selama ini masih ikut berjuang menguarakan; 1.Pelurusan sejarah bangsa papua, 2. diadakanya dialog nasional maupun dialog internasional. 3.diadakanya suatu mekanisme Internasional yaitu Referendum bagi papua, ada benarnya karena KK-AMP Yogyakarta tidak akan duduk berbicara bersama kawan kawan tentang kebenarang adanya Undang-undang Dasar Negara Repoblik Indonesia tahun 1945 alinea 1”bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak bangsa papua juga” Pengakuan pemuda Indonesia John Papua tidak ada maka, KK-AMP Yogyakarta berniat untuk tidak mencampuri sejarah bangsa Indonesia, namun untuk pelurusan pembenaran sejarah itu kami ada. KK-AMP Yogyakarta melihat bahwa,Yang bisah membenarkan sejarah bangsa Indonesia itu sendiri adalah mereka/organisasi yang turut mendukung perjuangan pelurusan sejarah bangsa papua itu sendiri. Dibawa ini Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua Yogyakarta Membeberkan Bukti bukti dukungan Amerika Serikat kepada Indonesia atas nabsu keganasan kepentingan PT.Freeport Indonesia. Dipapua yang telah menandatangani 2 tahun sebelum diadakanya Pengerahan papua dari untea kepada Indonesia yang di sebut kemudian dengan nama PEPERA 1969.
sumber  :http://izmaeljekson.blogspot.com/2012/05/sejarah-singkat-papua-barat.html
Reuters/Al Arabiya Naik unta.



SANAA, KOMPAS.com - Seorang pria Yaman berencana melakukan perjalanan melintasi Australia, Amerika Selatan dan Eropa menunggang unta untuk mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi. Demikian harian Al Hayatmengabarkan.
Ahmed al-Qassemi akan bergabung dengan iring-iringan fotografer yang akan mendokumentasikan perjalannya. Perjalanan Ahmed akan diawali di Australia pada Oktober mendatang. Sedangkan  perjalanan di Amerika Selatan dijadwalkan pada 2016 dan Eropa pada 2017.

Menurut harian Al-Hayat, Ahmed memilih unta sebagai sarana transportasi sebagai penggambaran dunia lama dan menumbuhkan sebuah perasaan nostalgia.

Ini bukanlah kali pertama Ahmed al-Qassimi menunggang unta dalam perjalanan antarnegara. Dia sudah melakukan perjalanan menunggangg unta sejak 1999 melintasi Afrika, Timur Tengah dan Asia.

Untuk membiayai perjalanannya Ahmed biasanya mencari dana dari sponsor dan warga namun tak jarang dia harus menjual barang-barang miliknya untuk menambah biaya. Ayah 10 anak ini menganggap melakukan perjalanan merupakan sebuah sekolah terhebat dalam kehidupannya.

"Saya bisa mengenal orang lain, tradisi dan budaya mereka. Saya belajar bagaimana menjadi orang murah hati dan penyabar," kata Ahmed kepada harian Yemen Times.

Sebelumnya, Ahmed adalah anggota angkatan bersenjata Yaman. Di masa mudanya dia bahkan pernah menjadi pemain sepak bola di salah satu klub di ibu kota Yaman, Sanaa.

Sepanjang perjalanannya, Ahmed mengatakan dia bisa memperkenalkan b budaya Yaman kepada dunia. Salah satu mimpi Ahmed adalah membukukan perjalanannya dan membagi pengalamannya selama bertualang.


Editor: Ervan Hardoko
SumberAl Arabiya
    http://internasional.kompas.com/read/2014/07/21/20121961/Pria.Yaman.Berencana.Keliling.Dunia.Naik.Unta
-
Ilustrasi HAM di West Papua dan Palestina (foto, www.kobogaunews.com)
Oleh Petrus Pit Supardi Jilung # 

Sejak [8/7], Palestina dan Israel bertikai secara terbuka. Kedua negara saling melepaskan tembakan. Korban pun tidak terhindarkan. Rasa simpati terhadap Palestina datang dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia muncul demo di berbagai daerah untuk mengutuk Israel. Begitu pula ada sumbangan dana dari berbagai komponen masyarakat untuk rakyat Palestina. Bahkan Indonesia, melalui menteri pertahanan Yusgiantoro mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirim pasukan perdamaian untuk menjaga wilayah Palestina. Tidak ketinggalan kelompok garis keras seperti FPI pun mengklaim akan mengirimkan pasukannya.

Menyimak berbagai berita tersebut, saya pun berpikir tentang realitas sesungguhnya yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua. Bahwa di Papua, hampir setiap hari ada manusia yang mati karena berbagai alasan kesehatan (HIV/AIDS, malaria, gizi buruk). Banyak rakyat yang mati karena menjadi korban penembakan kelompok bersenjata. Bahkan tidak jarang, banyak orang Papua, yang mati di tangan TNI dan Polisi, atas nama kedaulatan NKRI. Bukan itu saja, banyak anak usia sekolah yang terlantar dan tidak menerima pendidikan sebagaimana mestinya. Kalau mau disandingkan, situasi di Papua tidak kalah berbahayanya dengan serangan Israel ke Palestina. Tetapi Papua dan penderitaannya dilupakan oleh Indonesia, bahkan oleh sebagian pejabat orang Papua. Rupanya, kalau orang Papua yang mati, itu biasa, tetapi kalau orang Palestina yang mati karena diterjang oleh peluru Israel itu baru luar biasa.

Kalau rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia begitu peduli pada Palestina, mengapa hal yang sama tidak untuk orang Papua? Mengapa ada diskriminasi yang begitu mendalam antara rakyat Indonesia ras melayu dengan orang Papua yang adalah ras melanesia? Mungkin bagi sebagian orang, masalah Papua itu biasa-biasa saja. Orang hanya berpikir, bahwa masalah Papua adalah masalah uang. Kalau orang Papua dikasih uang, itu sudah cukup! Sesungguhnya, Papua memiliki permasalahan yang kompleks. Papua memiliki sejarah. Papua memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Tetapi, persis di atas kekayaan itulah, orang Papua memiliki sejumlah masalah yang pelik, ibarat benang kusut yang sulit terurai.

Bicara tentang masalah Palestina dan Israel, berarti bicara tentang hak asasi manusia. Kedua negara saling mengklaim batas-batas wilayah dan juga ketenangan hidup. Ketika salah satu dari keduanya mencari masalah, maka perang pun pecah. Seandainya, kelompok garis keras Hamas tidak membunuh ketiga remaja Israel secara keji, dan tidak menembakkan roket-roket mematikan ke wilayah Israel, tentu perang tidak akan terjadi. Mungkin ada motivasi lain yang menyebabkan kedua negara saling berperang. Saya tidak mau masuk ke ranah itu, karena sudah terlalu banyak pihak yang memberi perhatian.

Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa bahwa nuansa keindonesiaan di Papua kian memudar. Situasi ini terjadi karena sikap malas tahu Indonesia terhadap jerit tangis dan penderitaan orang Papua. Indonesia malas tahu dengan orang Papua! Mungkin itu istilah yang tepat untuk mendeskripsikan sikap Indonesia terhadap orang Papua. Bahkan para pejabat Indonesia, yang berasal dari Papua pun ikut-ikutan malas tahu terhadap sesamanya orang Papua. Contoh ada di depan mata, betapa sulitnya bangun pasar untuk mama-mama Papua di kota Jayapura. Bukan itu saja, para pejabat orang Papua pun kerap mencuri uang rakyatnya. Korupsi merajalela di Papua. Ini kenyataan sosial yang sedang berlangsung di Papua.

Papua memang punya segalanya: emas, hutan, minyak bumi, cenderawasih dan sebagainya, tetapi Papua kurang cantik dan kurang seksi di mata Indonesia. Papua dilihat sebagai pulau orang hitam, keriting, yang berbusana daun dan kulit kayu. Papua hanya menjadi dapur bagi Indonesia. Tetapi anehnya, ketika orang Papua hendak meninggalkan Indonesia, mau merdeka dan berdaulat, Indonesia justru tidak meresponnya. Indonesia takut dan mengirim banyak tentara dan polisi untuk bunuh orang Papua yang minta merdeka. Sesungguhnya, Indonesia terlalu pengecut! Pada titik ini, saya malu menjadi orang Indonesia. Mungkin banyak orang pun malu menjadi orang Indonesia, yang identik dengan teroris, koruptor, plagiat dan berbagai stigma jelek lainnya.

Ibarat pepatah tua: “gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang laut tampak.” Itulah Indonesia. Masalah di Papua belum selesai, setiap hari orang Papua mati, tetapi tidak dibiarkan. Sedangkan saat Palestina digempur Israel karena ulahnya, Indonesia langsung bereaksi. Bagi Indonesia Palestina lebih berharga daripada Papua. Sentimen apa yang menyebabkan Indonesia menjadi buta dan tuli terhadap jerit tangis orang Papua? Apakah kemanusiaan orang Palestina lebih utama dibandingkan orang Papua?

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Indonesia harus tutup mata terhadap persoalan Palestina-Israel, saya hanya menyesalkan sikap Indonesia yang kurang konsisten memperhatikan rakyatnya sendiri, tetapi mau sibuk dengan negara lain. Indonesia perlu bangun fondasi keindonesiaannya agar mapan, sebelum berkoar-koar mengurusi negara lain. Indonesia perlu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya terlebih dahulu, sebelum mengirimkan jutaan dolar ke Palestina. Sikap solider Indonesia yang berlebihan kurang tepat. Indonesia perlu menata dirinya terlebih dahulu sebelum sibuk dengan negara lain.

Papua adalah salah satu wilayah yang harus menjadi pusat perhatian Indonesia. Orang Papua terlalu banyak menanggung penderitaan karena sikap malas tahu Indonesia. Kini saatnya Indonesia mengarahkan pandangannya ke ufuk timur dan mulai membangun tanah dan orang Papua. Indonesia perlu bangun Papua dengan segenap hatinya, bukan karena terpaksa atau ada motivasi lainnya. Dibutuhkan kejujuran untuk membangun tanah Papua, bukan sikap pura-pura. Jika Indonesia masih terus berpura-pura dengan orang Papua, sebaiknya biarkan orang Papua menentukan nasibnya sendiri di negerinya. Merdeka!




Oleh Petrus Pit Supardi Jilung

-